Gujarin Hardinsah
Kisah seorang anak laki-laki yang bernama Gujarin Hardinsah anak dari rahim seorang wanita yang bernama Hardina Lutfi,Gujarin Hardinsah dengan panggilannya adalah Hardin,nama yang berasal dari seorang lelaki yang bernama Guhardin Mustofa ia adalah suami dari Hardina Lutfi dan Ayah dari Hardin,yang bekerja pada perusahaan rokok yang bersekitar di daerah kota yang ia menetap sedangkan ibu dari Hardin bekerja di tempat yang sama namun dengan posisi atau jabatan yang berbeda.
Gujarin Hardinsah atau Hardin ini ialah anak tunggal dari pasangan Guhardin Mustofa dan Hardina lutfi,ia terlahir karena ayah dan ibunya melakukan hubungan yang belum sah sebagai pasangan rumah tangga, sejak Hardin lahir berbagai keadaan buruk menerpa pada pasangan tersebut Hardin terlempar asuh dari kedua orang tuanya dan terasuh pada kakek dan neneknya, ia dianggap bagai anak yang membawa malapetaka bagi kedua orang tuanya maka dari itu orang tua hardin enggan untuk membesarkan dan merawat Hardin namun kakek dan nenek hardin menganggap Hardin adalah titipan tuhan pada dunia ini yang harus di didik dan merawat sesampainya ia sanggup mengerti arti hidup di dunia,maka kakek dan neneknya tak letih mengasuh anak yang di anggap malapetaka itu, ia membesarkan sama hal dengan anaknya yang sekarang menjadi salah satu kedua orang tua Gujarin Hardinsah.
Berjalanya waktu yang panjang dan sesampainya hardin memahami setengah arti dunia ia terus beranjak umur, tahun demi tahun hardin melewati tanpa adanya kasih sayang dan belaian dari orang tuanya,ia menggangap kakek dan neneknya adalah kedua orang tuanya, namun kake dan neneknya belum dapat menerangkan kepada hardin tentang kedua orang tua yang sebenarnya kake dan neneknya merasa hardin belum siap mendengar kisah hardin sebenarnya,sewaktu ia belajar berjalan ia melihat neneknya, lalu terpatahkan dari mulut hardin tersebut dengan kata “IBU”,neneknya tersentak kaget memegang dada, neneknya hanya mengelus kepala dan mencium kening hardin ia meneteskan air mata di depan hardin yang masih belajar berjalan karena nenek Hardin itu tak kuasa sebagaimana hardin meranjak dewasa dan mengetahui tentang kebohongan yang ia alami sejak ia lahir,nenek Hardin terus berusaha untuk tegar kepada anaknya yang telah membuang seoarang anak yang tak berdosa,
Pada saat seketika nenek Hardin memandang langit selagi ia mengasuh Hardin dan berkata “ya tuhan bagaimana jika aku telah kau panggil siapa yang merawat dan menjaga anak yang masih suci ini?” “umurku sudah pantasnya mencium tanah namun engkau masih memberi kebahagiaan atas anak ini” “aku memohon ya tuhan tolong jaga anak yang tak berdosa ini setelah engkau memaggil ku”, ucapan nenek Hardin penuh dengan harapan yang sangat besar,nenek Hardin terus berdoa atas anak yang tak berdosa itu berdoa penuh kebaikan dan kasih sayang,selagi Hardin dan neneknya saling mengasihi,kedua orang tua Hardin yang sebenarnya terus di landa dengan masalah-masalah dan cobaan yang di deritanya kedua orang tua ini benar-benar melupakan anak yang pernah di lahirkanya yaitu Hardin,entah apa yang dapat melupakan anak suci itu dari anak yang di lahirkanya itu lahir sampai anak itu dapat berjalan kedua orang tua ini belum juga terbuka untuk Hardin.Kedua orang tua ini terus berusaha untuk mendapatkan pengganti Hardin itu yang di anggap bagai makhluk kecil yang membawa malapetaka dan derita kedua orang tua ini namun di samping itu ia berusaha untuk mendapatkan pengganti Hardin ia tak luput dari masalah yang menerpanya ia menyesali melahirkan seorang anak itu yang memungkinkan kedalam perubahan yang penuh derita dari kehidupan kedua orang tua tersebut.
Ditengah tumbuhnya seorang hardin yang mendewasa,kake hardin itu yang selalu mendampingi isteri nya untuk merawat dan membesarkan hardin juga mengasuh hardin dilanda suatu penyakit yang samapai harus diangkat menuju surga dan mencium sebuah tanah,nenek atau isteri kake Hardin menangis terkujur penuh air mata yang membasahi baju putih kakek Hardin itu,Nenek Hardin belum menerima kenyataan itu ia belum sempat melihat seorang anak suci yang di asuh bersamanya untuk mengerti arti hidup namun pasangan asuh anak suci itu harus tidur pada hamparan ruang tanah yang gelap untuk menuju surga dan menunggu Hardin dan isterinya menuju yang ia tuju.dan saat itu hanya seorang nenek tua yang hanya mau membesarkan anak suci itu. Tak lama berlangsung nenek Hardin yag dimana Hardin dalam pelukanya memohon kembali ke pada tuhan,”ya tuhan engkau sudah memanggil salah satu pengasuh anak suci ini,engkau telah memberi kebahagiaan yang begitu sangat lebih saya terima”,”aku telah berharap besar suamiku telah sampai pada surgamu tuhan,aku ingin ia melihat dari sana untuk menyaksikan kebesaran seorang anak suci ini agar dapat membuat suamiku tersenyum dan bahagia untuk melihatnya.
Setelah kepergian kakek hardin maka hanya seorang nenek tua lah yang mengasuh seorang Gujarin Hardinsah,ia terus membesarkannya dengan fisik yang lemah dan tak berdaya lagi namun ia terus melaksanakan amanah dari tuhan untuk membesarkan anak yang tak berdosa itu,disaat hardin mulai dewasa dimana hardin telah tumbuh dengan fikiran dan mengerti arti dunia hidup sesampai nenek tua itu mampu untuk menyekolahkan Gujarin Hardinsah,saat itu Hardin tak sadar jika seorang nenek tua itu adalah seorang neneknya yang dia menganggap bahwa seorang nenek tua itu adalah seorang ibunya yang melahirkan ia dalam dunia yang begitu rumit ini,disaat Hardin semakin dewasa dan nenek tua itu sudah tak berdaya lagi dengan adanya penyakit yang ia derita maka seorang nenek itu pun mencoba untuk memberitahu kepada anak malang itu,saat ia pulang sekolah dan selesai menghabiskan makan siangnya nenek tua itu pun mengajaknya bicara sesuatu yang sangat penting dalam hidup Hardin,lalu nenek tua berkata:
Nenek Hardin :Hardin kemari sebentar nak !
Hardin :iya bu..sebentar saya lagi mencuci piring dahulu
selekas ia mencuci piring Hardin pun duduk di sebelah nenek tua itu yang terbaring lemas tanpa daya dan
Hardin : ada apa ibu memanggil Hardin? apa ibu ingin Hardin ambilkan makan?”
sekajap nenek itu pun berpikir mencari kerangka arahan untuk berbicara dengan Hardin tentang masalah ibu yang sebenarnya tanpa lama nenek tua itu pun langsung berbicara dengan Hardin,
Nenek Hardin :“Gujarin,kamu tahu hewan apa yang tega meninggalkan anaknya ?
Hardin pun terperangah dengan pertanyaan neneknya
Hardin :apa maksut ibu menanyakan itu? Hardin sungguh benar-benar tidak mengerti maksut ibu?
Nenek Hardin :Dalam dunia ini sesungguhnya hanyalah hewan yang tak punya akal untuk membuang anak yang terlahir !
Hardin semakin tidak mengerti arti pembicaraan tersebut,bola mata hardin langsung menoleh pada atap dan fikiran Hardin mencari apa yang di bicarakan,
Hardin :ibu Hardin benar-benar tidak mengerti apa yang ibu katakan,katakanlah langsung apa yang ibu bicarakan sebenarnya ibu tidak seperti biasanya berbicara seperti ini,
Nenek Hardin :Hardin kamu sudah besar sekarang kamu harus berfikir dengan fikiran dan laksanakan dengan hati baik mu ! mulai sekarang jangan panggil aku ibu lagi nak sesungguhnya aku bukanlah ibu kamu yang sebenarnya aku adalah nenek kamu ibu dari seorang yang melahirkan mu,seorang yang telah aku lahirkan seperti binatang gujarin,
Nenek hardin berbicara dengan nada yang amat sangat berat terucap dan dengan air mata yang sangat penuh dengan kasih sayang,Hardin saat mendengar neneknya berkata seperti itu seakan tak percaya dengan ucapanya dan Hardin itu pun terdiam kaku dengan kata-kata,
Hardin :ibu engkau jangan mematahkan batang pohon yang sedang tumbuh ! batang itu sebenarnya sedang membangun sehelai daun dalam tangkainya !
Gujarin terasa tergoyah dengan perkataan yang terlontarkan oleh neneknya dan memegang erat seorang nene tua tersebut dengan hati yang menahan kesal dan seakan tidak percaya seperti kupu-kupu yang terlahir dalam telur.
Nenek Hardin :kamu adalah cucu ku kamu lahir dari rahim anak ku sudah saatnya kamu tahu bahwa kamu bukan anak ku ! dan kamu harus percaya dengan apa yang aku katakan ini Gujarin !
Hardin :jika kamu adalah bukan ibu ku lalu kemana ibu sekarang?mengapa dia memberi aku kepada kamu?apa ia sudah mati ?dan mengapa kamu memberi tahu aku sekarang?
Gujarin berkata keras yang sudah memasuki akal emosi dan menangis terharu menyesalkan hidup di dunia dan di tengah teriakannya ia tak mampu kepada siapa ia bertanya untuk kemana perginya seorang yang melahirkanya.
Nenek Hardin :Hardin cucuku,aku hanya lah seorang orang tua yang lemah yang mampu membesarkanmu sampai disini aku juga merasa bersalah atas kelahiran kamu gujarin, sesungguhnya engkau lahir dari rahim anakku dan aku pun ikut merasa menyesal melahirkan anakku itu karena ia telah membiarkan anak suci dari tuhan terdampar dalam dunia yang sangat gemuruh.
Gujarin Hardinsah hanya mampu medesak tangisan dalam matanya ia merasa tak sanggup lagi menjalankan hidupnya dalam dunia,tak ada lagi kata-kata yang ia ingin dengar dari seorang nenek tua itu cukup dengan menahan amarah yang sangat mendalam kepada kedua orang tuanya meninggalkan ia pada pahitnya hidup.
Selepas ia menerima kenyataan dengan propaganda dalam hidupnya dari seorang nenek tua itu dan selesai dengan masa sekolahya ia menjalankan hidupnya sendiri dengan penuh kenyataan yang pahit sedari itu ia terus terbayang oleh tanda tanya besar atas kedua orang tuanya,sesampai ia berjalan dengan hanya kedua kaki yang menelusuri jalanya waktu,ia terus lampaui sebuah kepahitan itu dengan hati yang penuh rasa amarah yang bergejolak dalam hidupnya.Hardin pun menjalani hari-harinya seperti orang kebanyakan ia ingin mencari kebahagiaan dan mendapat kesenangan yang bukanya hanya kepahitan dan penderitaan yang menghiasi hidupnya.
Sesaat ia menginginkan kebahagiaan dan kesenangan dalam hidupnya ia pun mendapatnya karena tuhan menghadiahkan seseorang yang sangat menderita dengan kebahagiaan sesudahnya,Hardin dihadiahkan seorang pasangan hidup dimana ia bertemu dengan pasangan itu dalam penderitaan dan kepahitan yang dulu ia terus hadapi,dan Hardin pun merasa bahwa wanita itu bukanlah hadiah yang ia inginkan,karena ia merasa telah dikecewakan oleh seorang wanita yaitu wanita yang telah melahirkanya telah memberi lebih dari rasa pahit,disitu Hardin hanya menganggap wanita hanyalah seorang manusia yang terlihat malaikat di luar namun terdapat iblis di dalamnya. wanita itu pun hanya di acuhkan oleh seorang Hardin ia merasa belum mendapat kesenangan dan kebahagiaan dalam hidupnya ini.
Wanita itu terus mengikuti jalanya gujarin Hardin ia merasa bahwa Gujarin adalah pria yang sangat di dambakan oleh wanita manapun pria yang mampu menghadapi terjalan kehidupan,wanita itu pun terus mendekati Hardin dengan acuhan hardin yang amat sangat menerpa wanita itu,tetapi wanita itu pun terus mendekati untuk meluluhkan hati seorang Hardin wanita itu terus dengan berbagai cara yang ia lalakukan untuk melelehkan hati Hardin itu tak lama berlangsung wanita itu pun telah berhasil meluluhkan hati gujarin sebagaimana wanita adalah makhluk yang mempunyai mulut lebih dari racun bisa mematikan.Hardin pun merasa wanita itu beda dari wanita yang ia lihat lainya dan ia merubah anggapan wanita sesungguhnya bukalah seorang iblis di dalamnya lagi dan ia merasa saat ia kenal jauh dengan wanita itu ia merasa kebahagiaan awal yang muncul dalam hidupnya ia terus menjalani hari-hari tanpa seorang diri lagi ada wanita yang menghiasinya dengan kesenangan-kesenangan yang terdapat dalam hati wanita itu.
Hardin terkena kutukan asmara dalam hidupnya ia tak membayangan dan mengharapkan arti dari kebahgiaan yang melekat pada cinta ia berdua,Hardin dan wanita itu pun kini menjalin kasih sayang dengan pancaran kedua bola mata ia beradu kasih, dengan jari yang mencelah ia genggam tak terlepas, dengan bibirnya ia menyatu dalam lembutnya cinta.dan sampai kini ia berdua menjadi pasangan kekasih yang terjalin dalam pernikahan.dengan pernikahanya gujarin kini merasa bahagia untuk menjadi seorang manusia yang tak lepas dari penderitaan ia lalui dari pembelajaran neneknya yang tak letih untuk merawatnya sampai kini ia mampu menghadapi dunia dan bahagia dengan seorang wanita yang ia cintainya dan ia sayanginya.
Sampai dengan ia hidup bahagia berdampingan dengan wanita yang ia cintainya ia mendapat kan seorang anak dari wanita itu ia terus menjalani hidup dengan bahagia bersamanya dan dengan seorang anaknya kini gujarin dapat melupakan masa lalunya yang kelam dengan penderitaan namun di samping itu gujarin masih belum dapat menemukan dan bertemu dengan kedua orang tuanya ia terus di bayangi oleh kekecewaan pada dirinya tetapi gujarin tidak mengutamakan hal itu ia ingin hidup tanpa kekcewaan lagi pada dirinya sekarang yang ia rasakan hanyalah bahagia dengan seorang isteri dan anak tunggalnya untuk menjalani menjadi seorang yang penuh dengan tanggung jawab pada keluarganya dengan apa yang ia punya yang bermodalkan dengan kekecewaan di masa lalunya.
Perjalanan panjang yang ia lalui sampai ia mendapatkan isteri dan anak gujarin menjalani hari-harinya penuh dengan rasa kecintaan dengan apa yang ia punya,ia terus di tambah dengan kebahagiaan yang diberikan oleh tuhan dan setelah mendapatkan anak pertamanya ia mendapatkan seorang anak lagi yang di karuniakan oleh tuhan atas penderitaan yang ia hadapi sebelumnya ia terus dilanda dengan kebahagiaan yang tiada henti dengan keluarga yang ia punya gujarin kini seperti tidak ada lagi masalah yang ia hadapi, penderitaan yang telah ia lalui kini terlihat seperti ditanggapi oleh angin dan terkubur oleh waktu yang kelam.
Ditengah kebahgiaan yang ia jalani dengan seorang isteri dan kedua anaknya gujarin mendapat persoalan yang sulit kembali yang dimana penderitaan yang ditanggapi seperti sudah terkubur kini datang kembali kepada dirinya dan ia merasa terguncang pada kondisi yang seperti ia rasakan pada masa lalunya,persoalan yang dilanda saat ini yaitu dengan ditinggalnya dengan seorang anak pertamanya anak yang dimana mendapatkan hal pertama yang menjadi kebahagiaanya, telah meninggalkannya pada hidupnya seperti masa lalunya terulang kembali masa yang dimana gujarin telah dikecewakan pada dirinya gujarin yang dahulu di buang oleh kedua orang tuanya sebagai anak namun berbeda dengan gujarin yang sangat menginginkan memelihara anaknya namun hal itu berbeda dengan tujuan yang diberikan tuhan kepada dirinya ia sangat menyayangi kedua anaknya rasa sayang yang telah di ajarkan oleh nenek dan kake gujarin yang telah mengajarkan arti kasih sayang,kecintaan dan kehormatan,banyak arti kehidupan lainya yang telah ia dapatkan dari kedua orang yang merawatnya itu ia pandai memahami dan mendalami sebuah arti kehidupan pada dirinya yang berbeda jauh dengan kedua orang tuanya yang tidak memahami arti sebuah kehidupan.
Gujarin sudah ditinggal oleh anak pertamanya kini keluarganya yang tersisa hanyalah isteri dan anak keduanya yang menjadi anak tunggalnya,dan ia pun sudah mengikhlaskan anak pertamanya anak yang mendatangkan kebahagiaan dan kecintaan kehidupan pada diri gujarin yang menjadi hal pertama pada kehidupanya,namun dengan kematian anak pertamanya gujarin terus ditambah masalah isteri gujarin terserang penyakit kritis isteri satu-satunya yang ia sangat mencintainya hanya terbaring lemah ditambah ia harus merawat anak keduanya gujarin terus menghadapinya dan melaluinya ia seperti manusia yang tidak kehabisan sabar,semakin waktu bejalan isteri gujarin tak lepas dari penyakitnya gujarin pun terus menerus menjalani dan merawat kedua orang yang sangat dicintai dan ia sayangi,isteri gujarin bertambah semakin kritis kondisinya gujarin berusaha untuk menyembuhkanya dan berdoa kepada tuhan untuk meminta pertolongan untuk menyembuhkan isteri tercintanya,dan sampai akhirnya isteri tercinta guajrin harus meninggalkan dunia dan meninggalkanya dan anaknya karena penyakit kritis yang dideritanya sampai menghilangkan selama-lamanya.
Kembali lagi gujarin diberi cobaan atas ditinggalnya dengan isteri dan anak pertamanya cobaan yang penuh penderitaan terhadapnya gujarin benar-benar merasa dirinya terkutuk dengan penderitaan ia berfikir bahwa dirinya benar-benar makhluk yang diciptakan dengan penderitaan dan beranggapan bahwa kedua orang tuanya benar terhadap dirinya bahwa dirinya hanyalah manusia atau anak yang membawa malapetaka pada dunia ini malapetaka terhadap orang dekat denganya orang yang dicintai dan di sayangi dan ia pun bertanya kepada tuhan dengan tanggapan yang tidak diterimanya gujarin pun berkata
“ya tuhan mengapa kau telah menciptakan aku yang penuh dengan derita ,menciptakan aku yang telah membawa malapetaka pada orang-orang yang aku sayang dan aku cintai..dimana kau ya tuhan, tolong lepas kutukan yang telah kau beri ini sesungguhnya aku sudah lelah dengan semua ini,semua yang telah kau berikan kepada ku,lalu siapa lagi yang kau mau ambil dari ku ya tuhan apa kau ingin mengambil anak tunggal ku ini ya tuhan..jika kau ingin mengambil anak tunggal ku lebih baik kau ambil aku agar orang yang aku sayangi terhindar dari malapetaka” teriakan amarah gujarin pada tuhan. Ia merasa sudah tidak sanggup lagi hidup sudah merasa seperti tak mau lagi mengerti arti kehidupan dengan apa yang ia dapat dari kake dan neneknya,kelaurga yang ia punya hanyalah seorang anaknya yang kini terus ia sabar untuk merawatnya.
Anak kedua gujarin terus membesar,dan gujarin semakin menua, anak yang dirawat oleh gujarin sebagai mana ia dirawat oleh kakek dan neneknya yang telah mengajarkan arti kehidupan kini ia terapkan kembali kepada anak tunggalnya itu gujarin tak mau seperti kedua orang tuanya yang telah mengecewakan dirinya sebagai anak yang terlahir pada dunia ini ia tidak mau yang ia rasakan dahulu terasakan oleh anaknya sekarang rasa yang penuh dengan malapetaka dan penderitaan yang terus mengalir tiada henti namun gujarin telah berhasil menjalani kehidupan yang apa dikatakan oleh seorang yang telah merawatnya dan di ilhami kepada anaknya sekarang dan akhirnya gujarin terus melihat anaknya dan medampingi sesampai kesanggupan gujarin untuk menghadapi arti kehidupan yang dimana gujarin telah peroleh dari penderitaan dan keterpurukan.
selesai
Synopsis :
Gujarin Hardinsah,adalah anak dari pasangan yang belum sah ia tidak diterima oleh kedua orang tuanya yang karena ia adalah anak yang sial,namun ia dirawat oleh nenek dan kakeknya yang mengajarinya arti kehidupan di dunia ini yang dimana ia terus dilanda dengan penderitaan dan keterpurukan yang di hadapinya sampai ia mendapatkan seorang isteri dan dua orang anak namun isteri dan salah satu anaknya pun pergi meninggalkanya dan akhirnya ia hidup dengan salah seorang anaknya yang ia ajarkan sebagaimana ia telah diajarkan arti kehidupan oleh kakek dan neneknya.
“kita tahu bahwa dunia ini penuh dengan penderitaan namun penderitaan awal dari kebahagiaan dan bagaimana kita menyikapinya dengan segala hal yang kita punya sebelumnya”
---------------Rd.ade.h.f ----------------
Tidak ada komentar:
Posting Komentar