aku sudah termaki sejak kini, dan di hari esok. sebuah garis lurus atau melingkar tidak ada guna, kebencian mengalir sesaat dalam raga ataupun darah. sudi-kah kamu memanggil-ku, aku tau sebuah jawaban hanya dalam mimpi yang tercampak mengangan-angankan suatu cita tapi tak selebihnya hanya duka, aku dan kamu tahu ini akan terjadi namun waktu menahan, menahan dalam sementara atau iya. semua di renggut seketika, berdiam dalam kata, berakhir dengan bahagia. aku menoleh dalam matamu, mendengar di hatimu dan tergambar dengan senyummu karena bahagiamu hanya untuk kamu. sekali ini izinkan aku berceloteh mungkin kamu tidak melihat dan tidak ingin mendengar namun aku berdoa untuk kamu eja meskipun dengan paksaan entah kata apa yang ku tulis karena cerita ini begitu panjang dan luas bukan berarti tanpa henti karena semua cerita pasti ada henti.! dan ini tidak tahu harus memulai dari mana karena ini muncul dari pertama aku melihat senyum-mu dan kamu tinggalkan di kepala aku, sesampai sentuhan tangan-mu menjalar ke hatiku. berikan sedikit aku cacian untuk bisa mendengar suara kamu aku tidak ingin melihat senyummu! biarkan telinga ini mendengar suara gemuruh dari mulutmu, lalu biarkan mata ini tertutup tanpa harapan. di waktu saat ini hanya akan ada sebuah ucapan yang akan mengawali sebuah cerita namun kita hanya terdiam saling pandang tanpa melihat dan tanpa pesan burung sekalipun, biarkan kekecewaan terbawa bersama kita meski garis hanya membayang. entah kesalahan datang di ujung mana dan berhenti sampai mana aku dan kamu selalu merakitnya. sesaat kita berada di titik bahagia karena kita! Karena dunia ini bukan karena aku, dunia ini hanya ada ia selalu menatap awan biru dan gelap dan dibuat petir oleh-nya, aku percaya bahwa awan akan selalu terus ada karena beralaskan langit, langit yang dibuat kamu menjadi terbelah. kicauan burung masih bersua di bawah langitnya tapi entah bersangkar dimna aku hanya tahu suara bukan sangkar-nya. mengertilah kita jauh lebih baik dari arus nya laut, terkadang pikiran selalu membawa antara kebodohan dan kebahagiaan namun inilah pilihan, pilihan ada karena ada kita tapi kita ada bukan karena ada pilihan tapi karena ada sesal. berhenti untuk mengukur dan membanding kamu lakukan yg harus kamu lakukan, melangkah kemanapun menjejak lihat keburukan yang lalu bercermin disaat datang kebahagiaan jangan tertutup oleh cermin karena ia bukan kamu sebenarnya!
akhir ini membuat kamu senang terganti dengan apa yang harus di bayar, begitu cepat dan aku sudah tahu bukan karena aku sudah mendengar tapi memang Karena kamu selalu bisa mengukur apapun. selalu behati-hati lah Karena setiap tujuan ada alasan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar