10 Agustus 2023

Dua Tujuh Nol Tujuh Dua Tiga

Kesempatan bukan lagi harapan karena untain setiap kata yang meresahkan terucap dan terniang dalam ingatan. Maafkan untuk terakhir kalinya dan terima kasih untuk segalanya. Semua ini bukan akhir cerita hanya harus mengerti akan sebuah merelakan dan keikhlasan sesungguhnya.

Pengakuan bukanlah alasan, hanya ungkapan penyesalan yang sudah terucap Tidak berubah menjadi kesempatan karena tertutup dengan kekecewaan. Tidak mengetahui kesempatan itu ada hanya saja terlihat dari senyumnya yang menyapa akan tanya, yang ternyata hanya sandiwara penuh tawa. 

Terdengar cerita pilu disela keindahan matanya yang hanya membiaskan untuk cintanya, yang mewakili seakan untuk bersama, harapan yang terlalu jauh dikembalikan seperti tirani yang pernah dilakukan. Menilai ketidak pastian yang belum pernah dirasakan dan mencoba akan adanya keajaiban diterka dengan sebuah aksara buta yang disaksikan semalam penuh keindahan. 

Dimalam hangat terisi air mata bersama pelukan berakhir selamanya, selamanya akan semalam bukan lagi cerita indah hanya perihnya akan harapan. 

Terima kasih segalanya untuk kedua kalinya memberikan harapan sementara untuk selamanya yang berakhir untuk selamanya. Kesalahan memang kesalahan kebodohanpun memang kebodohan itu terjadi begitu saja tanpa memandang realita yang ada dan itu harus ditelan tanpa harapan. 

Keputusasaan bukan lagi jalan atau pilihan, semua itu jawaban akan akhir dari sebuah cerita dengan sewaktu sirna. mengerti akan adanya keadaan yang memastikan kedustaan dalam hati tidak ada lagi diantara asa. Tuhan akan ada dalam semestinya selalu melihat kebenaran dan keikhlasan, jangan lagi datang ucap hambanya yang memastikan itu terjadi dan memberikan jalan dengan keputusasaan yang tidak pernah melihat sisi lain dari hambanya. 

Maaf adalah kata akhir yang tersirat selalu benar dari waktu ke waktu selalu menahan akan nistanya, yang waktu ini tidak ada lagi kesaksianya dari sewindu yang bercerita semalam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini