14 September 2017

Puteri Waktu Tirani

Bila dan ketika waktu terus bergulir ia tidak akan menyembunyikan sedetikpun, karena waktu terus berbicara walaupun di dalamnya sebagai tirani ataupun sebagai permaisuri, dan manusia adalah pasangan untuk waktu mereka terus saling berjalan, bergandengan, berhadapan dan bertentangan, waktu terus menemani tiada henti, terus mendampingi tanpa letih walaupun terkadang membebani,karena manusia terus berlari mengejar waktu yang sebenarnya didampingi,tidak akan ada yang mampu memisahkan mereka, dunia ini hanya untuk mereka yang saling berhadapan namun tidak menyatu. perubahan yang abadi-pun tidak mampu untuk memisahkan mereka, karena waktu yang menciptakan perubahan, waktu terus mendampangi jalanya manusia dan manusia membuat masalah dengan adanya perubahan. yang merasa tidak mampu untuk mengejarnya namun waktu terus menemani walapaun adanya perubahan, dan waktu tidak berhenti, tidak letih terus mendampingi.
Orang-orang hanya bisa melihat manusia yang menjadi tirani, tidak mampu menilai akan kejamnya waktu meski sudah menciptakan perubahan, karena hanya mampu mengikuti adanya suatu perubahan walaupun itu baik dan buruk, 
jejak-jejak yang terus di ciptakan tidak akan pernah hilang sebagaimana akan menyembunyikannya, karena waktu tidak bisa bohong dan manusia terlalu pintar untuk kejujuran. 
pagi, siang, sore dan malam terlalu dini untuk di lupakan karena sebagaimanapun jejak tetap lah jejak dan tidak bisa di sembunyikan, teringat hanya kata tapi terbayang itu melelahkan karena waktu yang membuat itu membuat manusia lelah tanpa henti, setiap detik terus saling menatap meski satu dengan paksaan dan entah tanpa tujuan yang sangat meyakinkan, membendung setiap kebahagiaan, berjanji dengan tawaan, dan pergi dengan hayalan. dan kemarin saat deras hujan berpayung bersama, merangkul mesra tanpa kata pisah.
saat ini termenung melihat tawa dengan yang lain membuatnya bebas dengan hatinya yang terpilih, percayalah waktu tidak akan merubah yang ada karena yang ada hanya untuk di ingat. 
lusa, semua di ketahui dengan luar dalam berfikir dengan alur yang semestinya di perlihatkan namun tidak di pertunjukan hayan saja iya, hanya bersabar dengan duka yang dilema ketika kupu-kupu datang dengan ini pertanyaan akan terjadi berharap menuai harapan?,  namum hanya tawa bersamanya lah yang terpenting, biarkan arah jam berjalan semestinya walaupun pada akhirnya terhenti. namum sekarang terpandang keji dengan senyum yang di tunjukan dengan sebuah janji yang sengaja didustakan demi menutup semua aib sumpah kosongpun terucap. seakan percaya waktu dapat di hentikan, berhati-hatilah jika waktu itu terhenti, akan ada malam tanpa waktu. berhenti lah berjalan dengan bualan tunjukan kedalaman yang apa adanya akan terlihat putih dengan embun pagi yang membasahi. perjalanan yang panjang akan terasa singkat jika waktu itu tidak ada dan dapat tidak dapat terjadi, bertanya lah,  terus tanyakan pasti akan terjawab sendiri-nya di setiap jam berjalan. ini tidak akan terjawab bilamana terus terdiam, kemarilah dan sapa waktu ini yang membisu bukan karena tidak dapat bicara tapi berkata dalam diam jauh lebih baik dari berjanji dengan sengaja yang di dustakan. karena waktu akan bicara sendirinya dengan dua bagian yang berbeda entah benar atau salah pasti akan tiba disaat ini membuktikan sebuah janji yang sebenarnya adalah bohong semata dengan terucap janji yang bersama tangisan menyesal telah berjanji dengan dusta. 
selamat tinggal waktu telah menemani dengan jejak-jejak penuh kedustaan. terima kasih waktu telah menemani janji-janji dengan bualan. maafkan waktu yang telah terhenti menemani malam-malam penuh kebahagiaan. semoga waktu terus berjalan tanpa henti dan membuang hati yang bertirani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini