diam melihat malam dengan mawar putih ditangan terbendung dengan angan kelam, disini tetap diam melihat pagi datang dengan selendang yang menghadang hujan. Tidak ada yang berjalan meski impisan berkumandang meski datang dengan bersama jarum jam, itulah menjadi alasan. Terima kasih atas semua jawaban bulan tidak ada lagi keraguan untuk hari esok yang sedemikian berjalan.
Entah bagaimana muda itu bisa terjadi dan tua yang pasti akan datang, disini hanya terus untuk memulainya begitu saja, jangan biarkan semua ini berakhir dengan sendirinya, biarkan sebatang pohon menatapnya dengan matahari yang terbenam dalam air dihadapanya yang mengalir dengan sebuah perahu kertas diatasnya bertuliskan yang terbaik antara kita, maka ini semua dimulai dengan tanah yang rata seperti lengan yang ingin bertuai dihadapan rerumputan kering, bertanyalah sesuka hati, tuhan akan mendengar dan memberinya dihari esok, jawaban yang selalu ingin dicari dimulainya sebuah tangisan untuk selalu berdiam.
Temukan bagian terbaik diantara rerumputan yang hijau diatas sinar matahari itukah kamu? puteri malu yang bercerita di hadapan kupu-kupu.
isak tangis dengan canda tawa membawa seakan terlampau dahan-dahan yang mengering bercerita tanpa waktu menahan pahitnya kisah suka dalam rimbunan awan hujan, disinikah pilu-pilu pikiran terbayang cahaya terang hanya berdiam melawan arus.
Titik bisu sudah dilewati berlari bersama butanya asmara terus berjalan tertatih dengan kaki perih tanpa perhatian lebih bergigih bersama diamnya hati, mungkin dahulu atau sekarang jawaban itu akan terus membayang terbakar dengan dahan yang mengering, dan dipadamkan dengan embun pagi yang selalu bersahaja dalam rusuk yang menghilang.
Mampukah? Mampu mengimbangi jalanya peri yang memiliki sayap di punggung. Itu sudah jalanya meratap dan menitih hanya berhalunisasi setiap kata yang terucap. Membiarkan bias dengan pesona paras cantiknya tatapan mata tersudut gemuruh manisnya pujian.
Jalan akan terus berkelok bersama-sama mengaharap kehidupan namun entah dimana akan singgah terus bersama atau berhenti dalam kelokan kehidupan. Semua pasti akan terjadi diantara matahari dan bulan berganti, langit biru dan hitam akan menjadi atap dan saksi kehidupan tentang frasa jalanya cinta.
jika tangan dan kaki ini tidak bisa membawa ke tujuan jangan pernah bercerita kepada burung yang berkicau lebih indah bercerita diatas batu besar dihadapan jendela yang terlihat kesedihan, biarkan semua berjalan walau tanpa keutamaan balasnya karena air akan mengalir sampai hujan mengiringi cerita-cerita tentang kepahitan terus terdengar. Ijinkan bersandar namun bukan dalam pundak dan lengan, hanya saja kepada setiap kata-kata yang bertekuk didepan mata dan telinga ini yang menunggu sampai akhir untuk menjalani ikhtisar-ikhtisar yang bersaksikan malaikat. Membayang akan masing-masing kisah lampau belum usai apa akan ada keheningan diantara insan atau terus berjalan bersama membawa suka cita disetiap helaan nafas yang terbebani? percayalah kesetiaan ada bukan karena kisah lama, Begitupun langit ada bukan karena ada matahari, bulan dan bintang namun langit hadir karena ada pelangi yang diciptakan oleh matahari dan bulan yang selalu ada bersama awan yang mengiringi indahnya warna-warni dunia.
hitam-putih juga akan menghisai bersama derita pilu yang akan berakhir fana, namun itu bukan tujuan hanya sesaat ujian yang harus terlewati sesudah titik buta yang mengahmpiri, berjanjipun bukan jalan hanya ikrar yang akan didustai, mungkin memahami lebih sulit dari merekahnya bunga, setiap waktu terus berlawanan pada hujan yang turun termakan angin dengan debu-debu diatasnya terbawa sesuka ria selalu mengelukan keadaan dengan dasar jiwa yang tegar, hanya berserah kepada harapan tanpa jawaban . Sisi duka membawa padi yang jatuh mengering karena kusamnya derita kita menggapai setiap bulir-bulir kepedihan karena menahanya setiap kesenangan yang dijalani, disini memang terbiasa dengan akan hal berdiam berdiri tegas seperti anjing tanpa suara berkilau tempatnya amarah menampik hal kegelisahan dalam cerita.
sampai disini hari dimana cerita dalam cerita memberikan suaka setiap waktunya tidak lagi ada dalam pelukan dan dekapan, hanya bayangan dalam pikiran terus bergulir membandingkan akan kebahagiaan yang sudah terlewati membekas disetiap makian dan tangisan, kicauan burung-burung pagi menjadi saksi pada tangisan-tangisan hati yang berdiam menahan akal penuh dusta.
Gemuruh rahasia dibalik rahasia menjadi fenomena akan hadirnya kisah dibalik topeng baja tersipuh malu dengan sakitnya rasa percaya terus membayang dengan jalanya drama dibuat untuk menderita bersama lantunan cerita demi cerita yang mendengar untuk bulan saat purnama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar