Matahari terbit dan terbenam, bulan menghadiahinya dengan kegelapan dari setelah penantian desiran waktu datang bersama namun itu hanya bulan yang terlihat setengah wajahnya, dengan kebaikan yang ingin diraihnya mungkin itu alasan hujan datang.
Aku tidak takut sendiri hanya saja aku takut bukan kamu yang menemani disaat melihat matahari terbenam yang belum pernah dirasakan hanya mentari pagi yang selalu dilewati dengan kedukaan hati.
Rana Aku memang bukan yang dinanti, bukan tempat untuk berhenti seharusnya aku tahu sedari dini, namun hati sudah terbebani setelah pagi yang selalu ada hanya air mata yang selalu menemani, kini aku berjalan sendiri tanpa matahari dan bulan dengan segala tampaknya demi keinginanya yang selalu dinanti.
Impian rasa ini selalu asa dengan berlari tanpa henti mengejar matahari saat terbenam melukis pikiran saat langit menjadi biru aku tersadar bahwa aku bukan apa-apa hanya seorang pelukis yang mengemis akan kuasnya yang mengeras.
Semua berakhir dengan siang bersama hujan menutup pelangi diantara gelapnya awan untuk hari esok yang tidak pernah terjadi hanya alasan bersorai kelamnya hari-hari tanpa jeruji menyisakan kesedihan dari kebahagiaan yang telah di korbankan berujung fana.
Angan yang selalu dinanti bukan lagi harapan antara putih dan hitamnya mimpi, semua harus dilewati meski ikhlas datang menanti kini semua harus diakhiri meski ada keajaiban yang mungkin tidak sanggup untuk merubahnya niscaya kaktus yang tumbuh dalam tandus.
Lelah ini ketika dunia saling menjaga namun jiwa tidak dapat berbicara bertaut seakan kuat, kerasnya pikiran saling mencaci menimbulkan anomali yang memecahkan merindu pada yang menghilang lalu kini tak pernah kembali.
Terbenamku se-jatinya meninggalkan tanpa balasan atau hanya berdiam tanpa air mata, memendam bersama dilema menunggu waktu tiba ingin beranjak dari keheningan yang berakhir dengan kesenderian.
Aku bukan lagi aku, hanya pendengar yang meminta untuk egoku bersemayam dalam gelapnya langit biru, aku bicara dari kemudian hari dimana aku menari dengan pelangi yang tertutup awan putih sampai disini aku mengakhiri dengan kaki-kaki tertancap duri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar