20 November 2023

Untitled

Nestapa berlabuh pada harapan, waktu sudah dilewati meski tak bersama, waktu sudah dijalani meski tak dipandang, celotehan yang kudengar adalah kunci, namun abu adalah abu akan hilang dengan sendirinya. sesampai disini baru tersadar bahwa air tidak akan memadamkan api kita hanyalah delusi dengan cerita fiksi, yunani adalah negeri impian tapi terhenti dengan niskala sebelah bulan.
Keheningan yang tak pernah diperhatikan mungkin karena aku seorang malam, malam yang tanpa pagi. karena kamu tidak pernah melihat bayang dalam malam. keteahuilah malam selalu ada meski pagi selalu terlihat. dan malam memang selalu diam karena malam tak pernah terlihat. dan ingat malam bukan berarti buta malam akan melihat pagi yang yang selalu terlihat.

Sekata belasan kata dan seribu kata, dalam terniang melihat merekahnya bunga terpojok dengan kenangan yang tersisi, bukalah, bukalah setiap kedipan yang berlinang dan ketahui matahari akan melihat dalam senja terurai dengan tawa, kita adalah esok dan kemarin hanyalah hari, hari esok yang fana, mereka ratusan bunga, dalam hening merengkuh dengan nistaan terciptanya delusi akan hausnya percintaan, menarik malam membakar kedustaan, celoteh-celoteh embun rumput membisik rantas, seperti cendala dengan suaka tuhan, mereka adalah lusa dan lampau bukanlah esok, lusa yang menunggu akan bulan tertidur. kata kita munajat  yang hanya berasal dari murka menjalin dengan kegoresan nestapa, seketika terluka akan hinanya warna-warni dunia yang melewati duka, ini bukanlah permulaan dan ini bukanlah akhir, ini hanyalah permulaan yang berakhir saat bulan akan tertidur di hari yang fana. 

Ketahuilah senja bukanlah air mata,  hanya perginya aksara kepada kata, dan malam itu buta hingga hanya tersisa sukma di dalam cemar sesampai terlupa. meninggalkan seisi dunia. berkata tanpa aksara hanya menutup mata dan telinga sehingga malam menjadi lupa tentang dirinya yang mempesona. 

Tersirat kita adalah luka, luka akanya indah sesampainya hari tua, hingga berujung dengan pupusnya dilema membuat suaka dengan tabir penuh asmara, berjanjilah, berjanji akan setia pada tangan yang penuh dosa menghampiri perihnya derita cinta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini